ππΌ Sekilas Tentang Tuberkulosis (TBC)
- Penyakit menular langsung dari manusia ke manusia, disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.
- Bukan karena guna-guna, kutukan, atau penyakit keturunan.
- Dapat disembuhkan dengan pengobatan teratur selama β₯ 6 bulan.
- Umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang organ lain seperti tulang, kelenjar, atau kulit.
- Dapat menyerang siapa saja, terutama usia produktif, dan bisa berakibat fatal bila tidak diobati.
β οΈ Gejala Tuberkulosis
Gejala Utama: Batuk terus-menerus β₯ 2 minggu (berdahak atau tidak).
Gejala Tambahan:
- Demam atau meriang berkepanjangan
- Sesak napas dan nyeri dada
- Berat badan menurun
- Dahak bercampur darah
- Nafsu makan berkurang
- Berkeringat di malam hari tanpa aktivitas
π¨ Penularan TBC
Kuman TBC keluar ke udara melalui droplet (percikan dahak) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
π§ββοΈ Orang Berisiko Tinggi Tertular TBC
- Kontak serumah atau erat dengan pasien TBC
- Orang dengan HIV/AIDS
- Penderita Diabetes Mellitus (DM)
- Perokok aktif
- Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)
- Orang dengan daya tahan tubuh rendah
- Orang dengan status gizi rendah
π¬ Pemeriksaan TBC
- Pemeriksaan dahak (Tes Cepat Molekuler / TCM)
- Rontgen dada
- Tes uji Tuberkulin
π Pengobatan TBC
- Menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) lengkap/standar.
- Lama pengobatan: 6 bulan, terdiri dari dua tahap:
- Tahap Awal (2 bulan): minum obat setiap hari
- Tahap Lanjutan (4 bulan): minum obat setiap hari
- Minum obat harus di bawah pengawasan Pengawas Menelan Obat (PMO).
π‘οΈ Pencegahan Tuberkulosis
- Minum OAT lengkap & teratur sampai sembuh.
- Gunakan masker dan tutup mulut saat batuk/bersin.
- Buang dahak di tempat tertutup & khusus.
- Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS):
- Menjemur alat tidur
- Membuka jendela & pintu setiap pagi agar udara/sinar matahari masuk
- Makan makanan bergizi
- Tidak merokok & tidak minum alkohol
- Pemberian vaksin BCG pada anak < 5 tahun
- Olahraga teratur
βοΈ Perbedaan TB Aktif vs TB Laten
| Aspek | TB Aktif | TB Laten |
|---|---|---|
| Gejala | Ada gejala seperti batuk > 2 minggu, nyeri dada, demam, keringat malam, berat badan turun | Tidak ada gejala |
| Penularan | Menular ke orang lain | Tidak menular |
| Kondisi | Bakteri aktif menyebabkan penyakit | Bakteri βtidurβ, dikendalikan sistem imun |
| Risiko | Bisa berakibat serius bila tidak diobati | Dapat berkembang menjadi TB aktif |
| Pengobatan | 6β12 bulan dengan beberapa obat resep | Terapi pencegahan untuk membunuh bakteri |
π Investigasi Kontak (IK)
- Dilakukan melalui kunjungan rumah atau invitasi kontak.
- Oleh kader komunitas dengan/tanpa petugas kesehatan.
- Skrining gejala TBC & edukasi bagi kontak serumah.
- Kontak tanpa gejala diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
- Sebaiknya dilakukan dalam 15 hari setelah kasus indeks terdiagnosis.
π― Prioritas Sasaran Pemberian TPT
- Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)
- Kontak serumah dengan pasien TB paru terkonfirmasi bakteriologis
- Kelompok risiko tinggi lainnya (HIV negatif):
- Pasien immunokompromais (anti-TNF, dialisis, kortikosteroid jangka panjang, transplantasi, dll)
- WBP, petugas kesehatan, sekolah berasrama, barak militer, pengguna narkoba suntik
β οΈ Bahaya Pengobatan TBC Tidak Tuntas
Jika pasien berhenti minum obat sebelum dinyatakan sembuh, risikonya:
- Penyakit tidak sembuh dan tetap menular ke orang lain
- Penyakit bertambah parah hingga bisa menyebabkan kematian
- Kuman menjadi kebal terhadap OAT lini pertama (Resisten Obat)
Pasien dengan TBC resisten obat memerlukan pengobatan yang lebih mahal, lama, dan kompleks.